Wisata tidak melulu mengunjungi pantai, gunung, water park, kulier, budaya. Ada banyak jenis wisata yang bisa dikunjungi, terutama wisata Jogja. Jika Anda ingin menikmati sebuah arsitektur suatu bangunan dan memperluas pengetahuan tentang bangunan tersebut, itu juga jadi salah satu kegiatan wisata. Salah satu wujud wisata dalam hal wisata arsitektur adalah mengunjungi tempat ibadah, atau mengunjungi suatu bangunan yang memiliki nilai sejarah dan peradaban. Di Jogja sendiri terdapat banyak sekali.

Jika Anda tertarik dengan sebuah seni arsitektur, cobalah berkunjung ke Kleteng yang ada di Jogja. Klenteng selain digunakan sebagai tempat beribadah etnis Tionghoa di Indonesia. Klenteng sendiri selalu memiliki corak warna, ukiran, dan bentuk bangunan yang khas. Di Jogja sendiri ada beberapa Klenteng yang sampai sekarang masih kokoh dan indah untuk dinikmati. Jika Anda sedang melakukan kegiatan wisata di Jogja, sempatkanlah menikmati setiap arsitektur, ukiran, dan keindahan Kleteng. Beberapa Klenteng yang bisa Anda kunjungi adalah sebagai berikut.

Wisata Klenteng Jogja Sewa Bus Jogja

1. Klenteng Gondomanan

Klenteng Gondomanan juga disebut sebagai Klenteng Bhudda Prabha. Seperti salah satu nama yang disematkan, Klenteng ini berada di Gondomanan, lebih tepatnya berada di Jalan Brigjen Katamso Nomor 3, Kota Yogyakarta. Klenteng ini menjadi salah satu bangunan yang dianggap memiliki nilai spiritual dan sejarah bagi perkembangan kebudayaan etnis Tionghoa di Jogja.

IG: @id.sani

Klenteng ini masih digunakan sebagai tempat sembahyang warga Tionghoa Jogja yang beragama Buddha. Bagi wisatawan yang juga beragama Buddha sekaligus beretnis Tionghoa bisa mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di Kleteng Gondomanan. Namun jika bukan, Anda bisa menikmati keindahan arsitektur, corak warna, ukiran, dan bentuk bangunan yang indah ini untuk menambah pengetahuan. Klenteng ini tidak seperti pariwisata Jogja lain, namun bisa Anda kunjungi.

2. Klenteng Poncowinatan

Seperti namanya, Klenteng ini memang berada di jalan Poncowinatan, daerah komplek pasar Kranggan Yogyakarta. Seperti Klenteng pada umumnya, Klenteng ini memiliki corak, bentuk, dan ukiran yang menggambarkan kebudayaan etnis Tionghoa. Warna yang menjadi dominan Klenteng ini adalah merah dan emas. Sudut atapnya meruncing, menambah identitas kebudayaan Tionghoa pada Klenteng ini. Klenteng ini hanya berjarak beberapa menit dari Tugu Jogja.

Kedua Klenteng di atas patut Anda kunjungi untuk menambah wawasan Anda dalam hal kebudayaan Tionghoa. Jika Anda sedang melakukan kegiatan pariwisata Yogyakarta, sempatkan untuk menikmati arsitektur Klenteng di Jogja.

Categories: News

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *